Cupu Panjolo : Tradisi Melihat Ramalan Alam dan Politik Indonesia



Ritual Cupu Panjolo yang memprediksi tanda-tanda iklim dan alam untuk kepentingan pertanian di Dusun Mendak, Desa Girisekar, Kecamatan Panggang, Kabupaten Gunung Kidul, Daerah Istimewa Yogyakarta, ternyata semakin diminati masyarakat setelah dianggap mampu memprediksi iklim politik dan pemerintahan nasional.

Dalam catatan para sesepuh desa, Cupu Panjolo telah merekam jatuh bangunnya rezim dan situasi politik, mulai dari mantan Presiden Soekarno hingga Susilo Bambang Yudhoyono saat ini. Ritual akan digelar hingga dini hari dengan membuka ratusan lembar mori putih yang membalut tiga buah cupu peninggalan Kyai Panjolo, sekitar 550 tahun lalu.

Fenomena ramainya acara Cupu Panjolo bisa menjadi potret bahwa orang-orang di kampung ternyata menyukai gosip politik di samping memang ingin mengetahui prediksi pertanian. Mereka datang dari berbagai kota, mulai Yogyakarta, Bantul, Klaten, Solo, dan lain-lain.

Suasana persiapan syukuran untuk ritual Cupu Panjolo di Dusun Mendak, Desa Girisekar, Kecamatan Panggang

Ritual ini mulai fenomenal dan makin banyak dikunjungi masyarakat dari berbagai daerah sejak 1960-an ketika dianggap mampu memprediksi masuknya Irian Jaya (sekarang Papua) ke Indonesia, dan juga gambaran kejatuhan rezim berkuasa (Soekarno).
"Dulu pengunjungnya paling 50-an orang. Sejak 1960-an itulah diminati karena memberi gambaran kehidupan politik nasional juga," kata Medi Suminarno (71), salah satu anggota trah Kyai Panjolo.
Isyarat masuknya Irian Jaya ke Indonesia, begitu masyarakat menafsirkan, ditandai dengan gambar Irian Jaya pada mori. "Selanjutnya, kejatuhan Soekarno ditandai dengan gambar terjungkalnya becak," kata Medi.

Kejatuhan Soeharto ditandai dengan robohnya pohon tinggi besar tanpa daun dan tanpa ranting. Adapun peristiwa kerusuhan seputar reformasi 1998 ditandai dengan gambar potongan tubuh berupa tangan, kaki, dan bercak darah. "Gambaran seperti itu memang ada di beberapa tahun pembukaan cupu, tetapi pada sekitar tahun 1998 itu makin terlihat," kata Medi.

Naiknya Gus Dur dianggap juga terekam di memori Cupu Panjolo. "Waktu itu, di mori ada gambar pandita, Gus Dur kan memang sifatnya seorang pandita," kata Medi.
"Sedangkan naiknya Megawati Soekarnoputri terekam dengan adanya gambar ayam betina," begitu kata Medi. "Untuk naiknya Habibie, tak terekam di Cupu Panjolo. Tapi, ketika Habibie melepaskan Timor Timur yang kini menjadi Timor Leste, di mori tertera gambar peta Timor Timur," papar Medi.


Berkuasanya Susilo Bambang Yudhoyono juga tak terekam Cupu Panjolo. Pada masa SBY ini, gambar mori lebih dipenuhi dengan tanda-tanda adanya bencana alam. Kasus lumpur di Porong, Sidoarjo, misalnya terekam dengan ditemukannya lumpur pada mori pembungkus cupu. Letusan Gunung Merapi sebelumnya diisyaratkan dengan adanya gambar gunung yang mengeluarkan asap.
Tahun 2010, isyarat yang hingga kini diingat masyarakat adalah perbedaan posisi tiga cupu setelah dikeluarkan dari balutan mori, yang menandakan masih ada kisruh kepentingan di tingkat elite politik.

Tidak meramal
Dwijo Sumarto (69), trah Kyai Panjolo yang kini dipercaya memegang amanat Cupu Panjolo, mengingatkan bahwa pihaknya tak menyediakan ramalan dan tak akan menafsirkan gambar-gambar yang keluar sebagai sebuah ramalan. "Kalau saya menafsirkan ramalan, itu mendahului Yang Mahakuasa," katanya.

Apa yang beredar di masyarakat merupakan tafsir pribadi masyarakat dan tak ada kaitannya dengan ramalam dari trah pemilik Cupu Panjolo. "Kami hanya membacakan gambar-gambar yang keluar di mori pembungkus cupu, selanjutnya terserah masyarakat bagaimana menafsirkan gambar itu," katanya.


Ramalan 2012



Menurut Ki Dalang Simunjoyo, dari kelima lembar selimut diyakini bahwa sepanjang 2012 bakal terjadi pertumpahan darah dengan korban manusia sebagai akibat tindak kekerasan. Suasana itu dilambangkan oleh gambar gir dan rantai. Sedang gambar Togog mengisyaratkan bakal bermunculan pembela-pembela orang salah.

Sedang selimut kedua bagian barat menghadap utara terdapat kepala sebesar sebutir beras, diatasnya ada titik membentuk angka tiga. Di bagian barat daya muncul wayang Begawan  Durno naik hewan dan dibelakangnya ada telapak kaki. Disusul gambar Gatutkaca dan gambar kepala raksasa (Buto) dengan mulut menganga dan siap melahap siapa saja.

Nahh, yang menggelikan di selimut lain muncul gambar wanita duduk tanpa busana disusul darah segar berwarna merah kekuningan, gambar kepala monyet dan kepala manusia menghadap ke atas. Bahkan, muncul gambar Gunung Merapi yang bagian atasnya ada angka lima. Hal ini diramalkan dalam lima tahun ke depan, masih membahayakan.

Munculnya gambar Durno melambangkan bahwa selama 2012 kasus korupsi bakal merebak dengan jejak takm jelas juntrungannya. Wanita telanjang mengisyaratkan maraknya prostitusi hingga wanita simpanan koruptor.

"Pejabat tak malu melakukan korupsi dan makan uang rakyat. Saat tertangkap, mengaku tidak tahu dan masih banyak aksi demonstrasi, kekerasan hingga goro-goro," kata Simunjoyo.

Lalu muncul gambar anak kecil berkucir memegang botol, gambar anjing 'mendongak' menghadap selatan dan perempuan berserempang menghadap barat . Di sana jugab ada gambar bulus ke arah selatan, gambar kuda dengan kaki depan diangkat ke atas serta Candi
Borobudur berselimut lembab. Yang lebih mengejutkan kotak penyimpanan tiga cupu terguling ke timur.

Menurut keterangan fenomena seperti kotak penyimpan cupu terguling jarang ditemui. Sepanjang 60 tahun baru kali ini terjadi. Meski kotak penyimpanan terguling, posisi Cupu Kyai Semar Tinandu dan Kalang Tinantang tetap tegak. Sedangkan Kyai Kentiwiri miring ke kiri mengikuti tergulingnya kotak.

''Semoga tak terjadi apapun, tapi berkah untuk semua masyarakat,'' kata juru kuci Cupu Kyai Panjolo, Dwijosumarto yang tak bisa menyembunyikan rasa was-was menghadapi masa depan bangsa dan negara ini.


sumber:compas.com dan seruu.com serta berbagai sumber

0 comments:

Poskan Komentar

 

Nine Lounge Copyright © 2011-2012 | Powered by Blogger