Para Wanita Kejam Di Camp NAZI

Dorothea Binz
La Binz
La Binz
Binz memulai karir sebagai penjaga kamp konsentrasi, yang akhirnya naik pangkat untuk menjadi wakil kepala bangsal di Ravensbrück dan kemudian di Buchenwald. Binz banyak di juluki sebagai orang yang "keras kepala", Binz terkenal karena sikapnya yang sering memukuli, menembak dan mencambuk. Dalam satu contoh kasus kebrutalanya, dia dilaporkan telah mencincang tahanan sampai mati dengan sebuah kapak saat tugas kerja paksa. Sementara itu dia melarikan diri pada akhir perang, kemudian ia ditangkap dan diadili pada 2 Mei 1947 lalu dieksekusi atas kejahatannya.

Juana Bormann
“Wiesel,” “The Woman with the Dogs”
Bormann
 Pada tahun 1939, Bormann bergabung dengan SS Auxiliary untuk "mendapatkan lebih banyak uang",menurut dia.  Sejak saat itu karirnya membawanya menjadi terkenal di dalam kamp Jerman di Ravensbrück, Auschwitz dan Bergan-Belsen di mana ia ditempatkan sampai akhir perang. Bormann terkenal karena memiliki anjing German shepherd yang sering di suruh menyerang para tahanan. Pada akhirnya kekejaman dan kesadisanya mendapatkan ganjaran saat dia dihukum karena pembunuhan, dan dieksekusi pada tanggal 13 Desember 1945. 

Greta Bosel
 
Seorang perawat dengan profesi yang dimulai tahun 1939, Bosel bekerja di kamp konsentrasi Ravenbruck Dialah yang bertugas memutuskan mana tahanan yang akan segera di hukum di kamar gas dan mana yang akan dikirim untuk bekerja kamp. Rupanya filosofi nya sejalan dengan tugasnya di kamp Nazi, karena dia pernah mengatakan pada para tahanan "Jika mereka tidak bisa bekerja,maka biarkan saja mereka membusuk". Pada tanggal 3 Mei 1945, setelah Pengadilan Kejahatan Perang Di Ravensbrück, Hamburg, Bosel dieksekusi atas penganiayaan, pembunuhan dan mengambil bagian dalam proses seleksi hukuman mati.


Herta Bothe
Sadist of Stutthoff
herta bothe
Seorang perawat yang tampaknya lupa akan sentuhan penyembuhan. Setelah wajib militer tahun 1942, Bothe melayani sebagian besar perang di kamp Stutthoff dekat Danzig. Dijelaskan di pengadilan sebagai seorang pengawas yang "brutal". Bothe ditangkap di Bergen-Belsen, dia digambarkan sebagai seorang yang sadis dan tidak manusiawi, dia dijatuhi hukuman sepuluh tahun penjara, meskipun ia hanya menjalani enam tahun saja sebelum menerima grasi dari pemerintah Inggris. Enam puluh tahun setelah perang, dalam sebuah wawancara ia ditanya tentang keputusannya untuk bekerja di sebuah kamp konsentrasi. "Apakah aku melakukan kesalahan? No Kesalahan adalah bahwa itu adalah sebuah kamp konsentrasi, tapi aku harus pergi ke sana, kalau tidak aku akan dimasukkan ke dalamnya sendiri. Itu adalah kesalahan saya. "

Hildegard Lächert
“Bloody Brigette,” “Beast”

Dimulai pada 1942, Lächert menaikan reputasi untuk kebrutalan selama tugasnya di Ravensbrück, Auschwitz dan Majdanek. Setelah perang, dia dijatuhi hukuman lima belas tahun penjara untuk kejahatanya, meskipun dia dibebaskan pada tahun 1956 setelah hanya menjalani sembilan tahun hukuman. Kebebasannya ternyata hanya sebentar, karena pada tahun 1975 ia mencoba untuk berpartisipasi dalam proses seleksi, ia melepaskan anjingnya ke narapidana dan penyalahgunaan jabatan, iapun dijatuhi hukuman dua belas tahun tambahan.

Wanda Klaff

Klaff telah bekerja sebuah pabrik jam sampai dimana dia ditugaskan di kamp Stutthoff pada tahun 1944, tempat di mana ia menjabat sampai akhir perang pada tahun 1945. Dia ditangkap oleh pejabat Polandia dan  diadili hukuman mati atas kejahatannya. Sangat menarik untuk dicatat bahwa ia mengatakan, "Saya sangat cerdas dan sangat dikhususkan untuk pekerjaan saya di kamp-kamp. Aku memukul setidaknya dua tahanan setiap hari".

Alice Orlowski
orlowski
Dia terutama terkenal karena sering mencambuk tahanan di mata yang tidak hanya menyakitkan tapi juga sering membuat mereka tidak layak untuk bekerja dan menyebabkan kelumpuhan organ mereka. Orlowski juga mengeksekusi dengan melemparkan anak-anak beserta tahanan lainnya dikirim ke kamar gas dalam "operasi menghemat ruang."
Pada tahun 1945, dengan perang segera berakhir, dia tampaknya telah berubah. Selama mars kematian dari Auschwitz-Berkenau ke Lolau dia menghibur para tahanan, memberi mereka air dan bahkan tidur bersama mereka di tanah. Apakah ini tulus atau tidak masih bisa diperdebatkan, ia akhirnya menerima hukuman penjara seumur hidup ketimbang eksekusi mati dan dibebaskan setelah hanya melayani sepuluh tahun hukuman. Pada tahun 1976, selama sidang kedua, dia meninggal pada usia 73.



Maria Mandel
“The Beast”
Mandel

Mandel memegang posisi di berbagai kamp sebelum ia diangkat menjadi komandan perempuan kamp konsentrasi Auschwitz-Birkenau yang terkenal itu. Setelah mengasah kemampuan nya dengan membagikan berbagai hukuman di kamp-kamp lain, Mandel diyakini antara tahun 1942 dan 1945 telah secara langsung bertanggung jawab atas kematian dari 500.000 tahanan. ia dikenal telah memilih orang-orang Yahudi untuk melayani dirinya ketika dia lelah ,yang kemudian mengirim mereka ke kamar gas. Mandel dieksekusi atas kejahatannya pada tanggal 24 Januari 1948.


Ruth Neudeck
Neudeck
1944 Neudeck karirnya meningkat, ia ditugaskan sebagai pemimpin kamp di salah satu kamp sub Ravensbrück. Tercatat karena kekejamanya, salah satu tahanan kamp itu bersaksi di pengadilan bahwa mereka menyaksikan tenggorokan tahanan lain di gorok dengan ujung tajam dari sekop. Setelah perang,Neudeck berhasil melarikan diri namun berhasil ditangkap, ia kemudian diadili dan dihukum mati atas kejahatannya.

Elisabeth Volkenrath
Elisabeth Volkenrath

Setelah pelatihan di bawah Dorothea Binz (nomer 1) dia bertugas melayani di kamp Ravensbrück dan Auschwitz-Birkenau sebelum ditunjuk sebagai pengawas senior di Bergen-Belsen. Dikenal telah berpartisipasi dalam eksekusi tahanan, di pengadilan dia dihukum dan seperti gurunya,dia dieksekusi karena kejahatannya.
 


itulah beberapa wanita yang terkenal karena kekejamanya semasa NAZI berkuasa dahulu.
Para Wanita Kejam Di Camp NAZI

0 comments:

Poskan Komentar

 

Nine Lounge Copyright © 2011-2012 | Powered by Blogger